Kliktangerang.com – Sebuah video yang memperlihatkan kondisi kaca mobil pecah setelah dibobol oleh maling di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan, mendadak viral di media sosial. Menanggapi peristiwa tersebut, aparat kepolisian dari Polsek Ciputat Timur langsung turun tangan untuk melakukan proses penyelidikan di lokasi kejadian.
Dalam rekaman video yang beredar luas di jagat maya, terlihat jelas kondisi kaca pada bagian sisi kiri mobil sudah dalam keadaan hancur berantakan. Akibat dari aksi pencurian dengan modus pecah kaca kendaraan tersebut, korban dilaporkan harus kehilangan sebuah tas yang berada di dalam mobil.
Aksi kriminalitas ini diketahui terjadi pada Senin (15/6) sekitar pukul 23.00 WIB. Lokasi pembobolan kendaraan tersebut berada di area parkir sebuah kedai kopi di daerah Ciputat. Pihak kepolisian sendiri awalnya mendapati informasi mengenai adanya dugaan tindak pidana pencurian ini setelah memantau unggahan yang ramai dibicarakan oleh netizen di media sosial.
Kapolsek Ciputat Timur, Kompol Bambang Askar Sodiq, menyampaikan bahwa setelah mendapatkan informasi viral tersebut, Piket Fungsi Reskrim yang dipimpin langsung oleh Kanit Reskrim dan Panit Reskrim segera bergerak mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) pada Selasa (16/6/2026).
Berdasarkan hasil pengecekan dan olah TKP awal, Kompol Bambang menjelaskan bahwa lokasi area parkir kedai kopi tersebut memang minim pengawasan. Kondisi ini terjadi lantaran area parkir di tempat tersebut terbagi menjadi dua bagian terpisah. Petugas juru parkir yang berjaga diketahui hanya stand-by di sisi bagian depan, yang mana merupakan area khusus untuk parkir sepeda motor.
Lebih lanjut, Kompol Bambang juga mengungkapkan bahwa saksi-saksi yang berada di lokasi saat pemeriksaan awal belum bisa memberikan keterangan banyak. Para saksi yang mengetahui atau berada di lokasi saat malam kejadian baru mulai masuk bekerja pada jam 1 siang. Selain itu, dari hasil analisa terhadap rekaman kamera pengawas atau CCTV, diketahui tidak ada kamera yang memantau secara langsung ke area titik di mana mobil milik korban tersebut sedang terparkir.
Guna mengusut tuntas kasus ini, saat ini pihak kepolisian telah berkoordinasi secara intensif dengan manajemen kedai kopi untuk keperluan penyelidikan lebih mendalam. Di samping itu, petugas kepolisian juga sudah bergerak cepat menghubungi pihak korban agar segera datang membuat Laporan Polisi (LP) secara resmi.
Di sisi lain, Kompol Bambang juga memberikan klarifikasi resmi mengenai narasi yang beredar di media sosial yang menyebutkan bahwa sempat ada tindakan penolakan laporan dari petugas. Dalam isu yang viral, korban bersama rekannya mengaku sempat mencoba melaporkan insiden pencurian ini ke Polsubsektor Serua namun mendapatkan penolakan.
Kompol Bambang secara tegas meluruskan simpang siur informasi tersebut. Beliau menjelaskan bahwa petugas bantuan yang sedang berjaga malam di Polsubsektor Serua sebenarnya tidak menolak, melainkan mengarahkan pelapor untuk langsung membuat laporan resmi ke Polsek Ciputat. Hal itu dilakukan karena peristiwa yang menimpa korban merupakan ranah tindak pidana yang penanganannya ada di tingkat kepolisian sektor.
Hingga saat ini, Unit Reskrim Polsek Ciputat Timur masih terus berupaya melakukan penanganan terbaik dengan memeriksa tempat kejadian dan mencoba menjalin komunikasi dengan korban. Pihak Polsek Ciputat Timur menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat serta tanggap dalam merespons setiap aduan maupun laporan yang disampaikan oleh warga.



