Kliktangerang.com – Sebuah insiden kebakaran hebat melanda kawasan lapak limbah penyimpanan drum bekas bahan kimia di Desa Cukanggalih, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu, 20 Juni 2026 malam. Kobaran api yang membubung tinggi sempat membuat panik karena disertai beberapa kali suara ledakan keras dari dalam area lapak.
Berdasarkan pantauan langsung di lokasi kejadian, api terlihat berkobar sangat hebat dan menghasilkan asap hitam pekat yang membubung tinggi ke langit. Kobaran si jago merah tersebut melahap area lapak yang terbilang sangat luas.
Di dalam lokasi kejadian, diketahui terdapat banyak timbunan material yang mudah terbakar. Barang-barang tersebut meliputi timbunan karet, drum-drum kosong, tangki berukuran besar, hingga sejumlah bangunan semi-permanen yang didirikan di area lapak. Seluruh area lapak beserta isinya ludes terbakar tanpa sisa.
Merujuk laporan dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, insiden ini bermula saat terdengar suara ledakan dari arah lapak limbah tersebut. Tidak lama setelah suara ledakan terdengar, kobaran api besar langsung muncul dan langsung membesar dalam waktu yang relatif singkat.
Pihak BPBD Kabupaten Tangerang sendiri mengaku pertama kali menerima laporan dari masyarakat mengenai kebakaran ini pada pukul 19.28 WIB. Petugas pemadam kebakaran segera bergerak ke lokasi untuk menjinakkan si jago merah agar tidak meluas.
Komandan Pleton BPBD Kabupaten Tangerang, Amirudin, memberikan penjelasan langsung mengenai situasi di lapangan saat proses pemadaman berlangsung. Amirudin menyampaikan bahwa api masih menyala meskipun proses pemadaman sudah berjalan selama kurang lebih tiga jam. Namun, ia memastikan bahwa kebakaran tersebut berhasil diisolasi sehingga tidak merembet ke pemukiman sekitar. Kebakaran hanya menghanguskan bangunan milik lapak itu sendiri.
Terkait suara ledakan yang sempat menghebohkan warga, Amirudin mengonfirmasi bahwa setidaknya terdengar sebanyak lima kali ledakan dari dalam area. Menurut penjelasannya, suara ledakan tersebut berasal dari tong-tong bekas yang diduga kuat masih berisi sisa-sisa cairan mudah terbakar seperti oli, tinner, serta drum cat.
Untuk mengatasi kebakaran skala besar ini, BPBD Kabupaten Tangerang mengerahkan kekuatan penuh dengan menerjunkan sebanyak 6 unit mobil pemadam kebakaran. Selain armada mobil, ada sekitar 35 personel pemadam kebakaran yang diterjunkan langsung ke lapangan guna memadamkan api.
Meski begitu, petugas di lapangan harus menghadapi hambatan yang cukup berat. Amirudin menjelaskan bahwa kendala utama yang dihadapi oleh tim pemadam kebakaran adalah sulitnya akses air. Jarak antara lokasi kebakaran dengan sumber air terdekat (sumur air) cukup jauh, yakni berjarak sekitar 2 kilometer dari lokasi lapak yang terbakar. Hal ini membuat proses pengisian ulang air memakan waktu lebih lama.
Meskipun kebakaran ini tergolong besar dan menghanguskan seluruh isi lapak, Amirudin memastikan bahwa tidak ada korban jiwa maupun korban luka-luka dalam peristiwa ini. Seluruh pekerja atau warga sekitar dilaporkan aman dari kobaran api.
Mengenai penyebab pasti munculnya api pertama kali serta total kerugian materiil yang dialami oleh pemilik lapak, pihak BPBD belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut. Amirudin menuturkan bahwa saat ini kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan lebih mendalam oleh petugas kepolisian setempat.


