Dua WNA Tiongkok Terlibat Cekcok di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta

dua wna tiongkok terlibat cekcok di terminal 3 bandara soekarno hatta

Kliktangerang.com – Area Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, sempat dihebohkan oleh aksi keributan. Insiden ini melibatkan sesama penumpang warga negara asing (WNA) asal Tiongkok. Peristiwa yang sempat menarik perhatian publik tersebut terjadi pada Senin, 15 Juni 2026.

Kejadian ini mulai ramai diperbincangkan publik setelah rekaman videonya beredar luas di media sosial. Berdasarkan rekaman tersebut, keributan diawali dari adu mulut yang sangat sengit antara dua pria paruh baya. Perselisihan tersebut terjadi secara terbuka di area counter check-in maskapai Cathay Pacific.

Suasana semakin memanas ketika salah satu pria yang memakai setelan jas putih terlihat sangat emosional. Pria tersebut langsung mencengkram kerah baju pria lain yang saat itu mengenakan kaus berwarna hitam.

Petugas bandara yang berada di lokasi kejadian sebenarnya sudah berusaha untuk melerai keduanya. Namun, upaya tersebut tidak langsung membuahkan hasil karena tensi ketegangan di antara kedua pria asing itu justru semakin meningkat.

Pria yang menggunakan jas putih tetap merangsek maju dan berupaya menyerang pria yang berkaus hitam. Selama perselisihan berlangsung, kedua WNA tersebut terus saling berteriak dan beradu mulut dengan menggunakan bahasa Mandarin.

Karena diduga melakukan perlawanan terhadap instruksi petugas, sejumlah personel Aviation Security (AVSEC) akhirnya mengambil tindakan tegas. Petugas menarik secara paksa pria berjas putih tersebut hingga dirinya terjatuh dan bergulingan di atas lantai dekat pembatas antrean penumpang.

Setelah situasi berhasil diredam secara fisik, kedua WNA itu langsung diamankan oleh personel kepolisian yang bertugas di bandara. Keduanya dibawa menuju ke Mako Polsubsektor Terminal 3 untuk menjalani pemeriksaan dan dimintai keterangan lebih lanjut mengenai penyebab perkelahian tersebut.

Mengenai penanganan kasus ini, Kapolres Bandara Soekarno-Hatta, Kombes Pol. Wisnu Wardana, memberikan penjelasan resmi pada Selasa, 16 Juni 2026. Menurut penjelasannya, personel Polsubsektor Terminal 3 sengaja menghadirkan seorang penerjemah bahasa Mandarin untuk memperlancar proses komunikasi antara petugas dengan kedua WNA yang bertikai.

Berdasarkan hasil proses dialog dan mediasi yang telah dilakukan oleh petugas, pihak kepolisian mendapati bahwa keributan tersebut dipicu oleh adanya kesalahpahaman. Masalah tersebut diduga merupakan persoalan lama yang pernah terjadi di negara asal mereka beberapa tahun sebelumnya.

Kombes Pol. Wisnu Wardana juga menambahkan bahwa pihak kepolisian mengedepankan pendekatan persuasif serta proses mediasi sebagai langkah utama. Hal ini dilakukan agar permasalahan tersebut dapat segera diselesaikan dengan baik tanpa harus mengganggu ketertiban umum di dalam kawasan bandara.

Setelah petugas melakukan proses klarifikasi serta mediasi yang dibantu oleh penerjemah, kedua belah pihak akhirnya bisa memahami duduk perkara yang sebenarnya terjadi. Kedua WNA tersebut kemudian sepakat untuk menyelesaikan perselisihan mereka secara kekeluargaan dan memilih untuk tidak melanjutkan masalah ini ke ranah proses hukum.

Pihak kepolisian juga mengapresiasi respons cepat dari jajaran personel Polresta Bandara Soekarno-Hatta yang bekerja sama dengan petugas AVSEC. Berkat penanganan yang sigap, situasi di sekitar area Terminal 3 dapat dengan cepat dikendalikan kembali. Aktivitas pelayanan bagi para penumpang pesawat lainnya pun tetap bisa berjalan dengan normal, aman, dan kondusif.

Menutup keterangannya, Kapolres mengimbau kepada seluruh masyarakat pengguna jasa bandara untuk selalu menjaga ketertiban bersama. Ia mengingatkan pentingnya mengedepankan komunikasi yang baik saat menyelesaikan setiap permasalahan yang muncul.

Selain itu, pengguna jasa juga diminta untuk segera melaporkan kepada petugas yang berjaga apabila melihat atau menemukan adanya potensi gangguan keamanan di lingkungan bandara. Seluruh rangkaian proses penanganan terhadap kedua WNA tersebut dilaporkan berjalan dengan aman dan tertib hingga para pihak yang terlibat meninggalkan lokasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *