Berita  

Viral Video Pria Piting Leher Perempuan Pegawai SPBU di Cianjur

Viral Video Pria Piting Leher Perempuan Pegawai SPBU di Cianjur

Kliktangerang.com – Video seorang pria piting leher pegawai perempuan di salah satu SPBU di Cianjur, Jawa Barat viral di media sosial. Aksi tersebut diduga dipicu salah paham saat pria tersebut membeli solar dengan jerigen.

Dalam video berdurasi 11 detik yang tersebar di media sosial itu tampak pelaku yang membawa jerigen tiba-tiba mendekati pegawai SPBU dan langsung memiting leher korban. Aksi pelaku kemudian dihentikan oleh pegawai pria di SPBU, Kecamatan Pagelaran, Cianjur tersebut.

Informasi yang dihimpun detikJabar, aksi kekerasan itu bermula ketika pelaku mendatangi SPBU untuk membeli solar menggunakan jerigen, Senin (14/11/2022) siang. Rencananya pelaku membeli 20 liter solar untuk bahan bakar traktor.

Kapolsek Pagelaran AKP Isep Sukana mengatakan setelah mengisi 10 liter solar, petugas SPBU beralih sementara untuk mengisi kendaraan yang akan membeli bensin.

“Jadi setelah mengisi satu jerigen sebanyak 10 liter, pegawai SPBU itu berhenti dulu dan melayani kendaraan lain yang mengisi BBM. Tetapi saat akan kembali mengisi jerigen, pria tersebut sudah tidak ada,” ucap dia, Selasa (15/11/2022).

Selang 30 menit, pelaku kembali lagi SPBU dan langsung mengamuk lantaran ternyata jerigen yang dibawanya belum diisi sesuai dengan permintaan, sementara pelaku sudah membayar.

Pelaku yang emosi langsung memiting leher korban hingga akhirnya dilerai oleh pegawai SPBU lainnya.

“Pelaku emosi, karena bayar sudah full tapi ternyata yang diisi baru satu jerigen dengan 10 liter solar. Padahal belinya 20 liter untuk bahan bakar traktor,” ungkapnya.

Menurut Isep, korban sudah membuat laporan dengan aksi kekerasan tersebut. Pihaknya pun tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Korban sudah buat laporan, kita masih lakukan penyelidikan lebih lanjut,” ucap dia.

Baca juga:   Nenek ini Sediakan Jasa Open BO di Lebak

Namun selang sehari dari penyelidikan kasus ini, polisi mengungkap keduanya sudah sepakat berdamai. Korban juga sudah mencabut laporannya.

Isep menyatakan, korban dan pelaku melakukan musyawarah dan memilih menyelesaikan masalah secara kekeluargaan. “S (korban) dan M (pelaku) memilih jalan kekeluargaan,” ujar dia, Rabu (16/11/2022).

Musyawarah itu juga dilatarbelakangi karena keduanya masih memiliki ikatan keluarga. Korban pun sepakat mengakhiri kasus ini, dan keduanya membubuhkan pernyataan di atas materai atas kasus yang viral tersebut.

“Iya sudah berdamai, secara tertulis di atas materai. Korban juga sudah cabut laporannya,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *