4 Mitos soal Kulit Sensitif, Berjerawat Berarti Sensitif?

Di luar sana, masih banyak berbagai mitos tentang kulit sensitif. Salah satunya soal jerawat yang jadi penanda kulit sensitif. Benarkah demikian?

Kliktangerang.com – Kulit sensitif membuat orang bereaksi terhadap banyak hal. Akibatnya, kulit jadi kemerahan, iritasi, dan gatal.

Pada dasarnya, kondisi kulit sensitif ini mudah untuk diketahui. Dokter spesialis kulit Margaretha Indah Maharani mengatakan, secara umum orang sudah merasakan dan mengetahui bahwa dirinya memiliki kulit yang sensitif dengan sendirinya.

“Orang udah tahu bahwa kulitnya sensitif atau dapat menilai dirinya sensitif, karena kulit sensitif itu memang most likely self-diagnosed. Jadi memang diri dia sendiri yang paling tau,” ucapnya kepada CNNIndonesia.com saat ditemui di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa (1/11).

Meski begitu, di luar sana masih banyak berbagai mitos tentang kulit sensitif yang tersebar. Mitos-mitos ini terkadang membuat penanganan kulit sensitif jadi terganggu.

Berikut mitos-mitos tentang kulit sensitif di antaranya.

1. Kulit berjerawat berarti sensitif

Salah satu mitos salah kaprah mengenai kulit sensitif yang hingga sekarang masih disalahpersepsikan adalah bahwa jerawatan atau breakout menjadi penanda kulit yang sensitif.

“Biasanya orang, tuh, suka salah persepsi merasa kulitnya sensitif kalau dia berjerawat. Jadi kulit yang berjerawat dianggap sama dengan kulit yang sensitif. Padahal sensitif tuh bukan seperti itu. Itulah mitos yang sering beredar,” jelasnya lebih lanjut.

2. Kulit sensitif adalah hasil reaksi alergi

Ilustrasi. Ada banyak mitos tentang kulit sensitif yang tersebar di tengah masyarakat. (Istockphoto/Sasha_Suzi)

Alergi dapat menyebabkan reaksi kulit, tetapi ini tidak sama dengan kulit yang sensitif.

Mengutip berbagai sumber, sensitivitas muncul ketika skin barrier atau sawar kulit menjadi lebih lemah. Hal ini dapat terjadi karena stres, pembersihan yang tidak tepat, pengelupasan kulit, paparan sinar UV, perubahan hormonal dan bahkan polusi.

3. Kulit sensitif selalu kering

Baca juga:   Tips dan Cara Mengemudikan Mobil di Jalan yang Rusak

Semua jenis kulit, berminyak, kombinasi, normal ataupun kering, dapat mengalami sensitivitas pada kulit. Hal yang penting adalah tingkat hidrasi, karena semua jenis kulit dapat mengalami dehidrasi.

Dehidrasi disebabkan oleh gangguan penghalang kelembapan yang memungkinkan air menguap dari kulit. Maka dari itu, penting untuk minum banyak air dan memiliki perawatan kulit yang konsisten yang mencakup pelembap yang tepat.

4. Orang dengan kulit sensitif tidak dapat memakai riasan

Banyak orang yang mengalami kulit sensitif setelah menggunakan produk-produk riasan tertentu. Padahal, menggunakan riasan yang berlapis-lapis itu-lah yang membuat kulit menjadi sensitif.

Pastikan Anda menghapus riasan setiap malam. Berhati-hatilah agar tidak meninggalkan residu yang dapat mengiritasi kulit.

Source: cnnindonesia.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *